![]() ![]() ![]() |
|
A |
||
|
|
||||
|
Irigasi
|
||||
![]() |
![]() |
G
|
||
C
|
B
![]() |
|||
E |
![]() |
|||

JGreen Sweet Horticulture J
PENDAHULUAN
Vegetasi merupakan kumpulan tumbuh-tumbuhan, biasanya
terdiri dari beberapa jenis yang hidup bersama-sama pada suatu tempat (Anonim,
2012).
Vegetasi dataran tinggi adalah vegetasi yang tumbuh di
ketinggian antara 700 – 1500 m diatas permukaan laut. Ekosistem pada
daerah dataran tinggi dibentuk oleh kondisi lingkungan yang ekstrem, antara
lain suhu malam hari yang sangat rendah, intensitas sinar matahari yang tinggi
pada siang hari namun disertai masa fotosintesa yang pendek, kabut tebal, curah
hujan tinggi, serta kondisi tanah yang buruk. Tanaman yang tumbuh pada daerah
tersebut sifatnya sangat khusus karena harus bertahan untuk hidup pada kondisi
sulit tersebut. Tanaman yang dapat tumbuh di daerah dataran tinggi diantaranya
: cemara (tumbuhan berdaun jarum), ketela pohon, ubi jalar, kopi, cokelat
(Anonim, 2012).
Dataran
tinggi (disebut juga plateau atau plato) adalah dataran yang terletak pada ketinggian di atas 700 m dpl. Dataran tinggi
terbentuk sebagai hasil erosi dan sedimentasi. Beberapa
dataran tinggi antara lain Dataran
Tinggi Dekkan, Dataran
Tinggi Gayo, Dataran
Tinggi Dieng, Dataran Tinggi Malang, dan Dataran Tinggi Alas. Dataran
tinggi bisa juga terjadi oleh bekas kaldera luas, yang
tertimbun material dari lereng gunung sekitarnya. Dataran tinggi dari kategori
terakhir ini antara lain adalah Dataran
Tinggi Dieng di Jawa Tengah (Anonim, 2012).
TINJAUAN
PUSTAKA
Tanaman strawberry merupakan
tanaman yang disukai para perkebun atau masyarakat perumahan untuk tabulampot. Tanaman
strawberry sangat cocok dikembangkan atau dibudidayakan pada iklim kita, dan
hanya memerlukan biaya murah, serta akan dapat kita panen sekitar 13 bulan dari
awal kita tanam. Tanaman strawberry dapat berbuah sepanjang tahun dan produktif
berbuah hingga empat tahunan (Anonim, 2012).
Strawberry atau
dalam ejaan Indonesia ditulis sesuai dengan cara bacanya, yaitu stroberi. Siapa
yang tidak tau dengan buah ini? Buah strawberry mempunyai aroma dan rasa yang
khas, jadi tidak heran jika buah ini sering digunakan sebagai perasa tambahan
dalam makanan dan minuman. Rasa buah strawberry
adalah antara asam dan manis (terkadang
rasa asamnya jauh lebih menyengat ketimbang manisnya), jadi memang
untung-untungan untuk mendapatkan rasa strawberry yang benar-benar manis
(Anonim, 2008).
Berdasarkan catatan, buah ini
pertama kali masuk ke Indonesia pada masa petengahan tahun 90-an. Sifat tanaman
yang membutuhkan udara yang dingin membuat strawberry dikembangkan di
daerah-daerah puncak yang ada di Indonesia. Awalnya spesies strawberry yang dikembangkan
adalah Fragaria vesca L. yang memang paling cepat menyebar ke seluruh dunia.
Namun jika sekarang anda membeli buah strawberry
yang ada di swalayan-swalayan, itu adalah jenis strawberry hibrida. Buah ini
adalah hasil persilangan dari Fragaria Virginia L. var Duchesne yang
mempunyai rasa manis dominan dengan Fragaria Chiloensis L. var Dhucesne
yang mempunyai ukuran agak besar (Anonim, 2008).
Syarat tumbuh dari tanaman
starawberry
sebagai berikut (Anonim, 2011) :
Iklim
·
Tanaman stroberi dpt tumbuh dgn baik di daerah dgn curah
hujan 600-700 mm/tahun.
Lamanya penyinaran cahaya matahari
yg dibutuhkan dlm pertumbuhan adalah 8–10 j am
setiap harinya.
Stroberi adalah tanaman subtropis yg
dpt beradaptasi dgn baik di dataran tinggi tropis yg memiliki temperatur 17–20
derajat C.
·
Kelembaban udara yg baik utk pertumbuhan tanaman stroberi
antara 80-90%.
Media Tanam
·
Jika ditanam di kebun, tanah yg dibutuhkan adalah tanah liat
berpasir, subur, gembur, mengandung banyak bahan organik, tata air & udara
baik.
·
Derajat keasaman tanah (pH tanah) yg ideal utk budidaya
stroberi di kebun adalah 5.4-7.0, sedangkan utk budidaya di pot adalah 6.5–7,0.
·
Jika ditanam dikebun maka kedalaman air tanah yg disyaratkan
adalah 50-100 cm dari permukaan tanah. Jika ditanam di dlm pot, media harus
memiliki sifat poros, mudah merembeskan air& unsur hara selalu tersedia.
Ketinggian Tempat
·
Ketinggian tempat yg memenuhi syarat iklim tersebut adalah
1.000-1.500 meter dpl.
Klasifikasi
tanaman strawberry (Anonim, 2011) :
Kingdom :
Plantae (Tumbuhan)
Subkingdom :
Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
Super
Divisi : Spermatophyta (Menghasilkan
biji)
Divisi : Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Kelas : Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)
Sub Kelas : Rosidae
Ordo :
Rosales
Famili : Rosaceae (suku mawar-mawaran)
Genus : Fragaria
Spesies : Fragaria x ananassa
Padi (bahasa latin : Oryza sativa L merupakan salah satu tanaman budidaya terpenting dalam peradaban. Meskipun
terutama mengacu pada jenis tanaman budidaya, padi juga digunakan untuk mengacu
pada beberapa jenis dari marga (genus) yang sama, yang biasa disebut sebagai padi liar. Padi diduga berasal dari India atau Indocina dan masuk ke
Indonesia dibawa oleh nenek moyang yang migrasi dari daratan Asia sekitar 1500
SM (Anonim,
2013).
Produksi padi dunia menempati urutan
ketiga dari semua serealia, setelah jagung dan gandum. Namun
demikian, padi merupakan sumber karbohidrat utama bagi mayoritas penduduk dunia (Anonim, 2013).
Padi
termasuk dalam suku padi-padian atau poaceae. Terna semusim,berakar
serabut,batang sangat pendek,struktur serupa batang terbentuk dari rangkaian
pelepah daun yang saling menopang daun sempurna dengan pelepah tegak,daun
berbentuk lanset,warna hijau muda hingga hijau tua,berurat daun sejajar,tertutupi
oleh rambut yang pendek dan jarang,bagian bunga tersusun majemuk,tipe malai
bercabang,satuan bunga disebut floret yang terletak pada satu spikelet
yang duduk pada panikula,tipe buah bulir atau kariopsis yang tidak dapat
dibedakan mana buah dan bijinya,bentuk hampir bulat hingga lonjong,ukuran 3mm
hingga 15mm,tertutup oleh palea dan lemma yang dalam bahasa sehari-hari disebut
sekam,struktur dominan padi yang biasa dikonsuksi yaitu jenis enduspermium
(Anonim, 2013).
Syarat
tumbuh tanaman padi yaitu padi dapat
tumbuh pada ketinggian 0-1500 mdpl dengan temperatur 19 - 270 C, memerlukan
penyinaran matahari penuh tanpa naungan. Angin berpengaruh pada penyerbukan dan
pembuahan. Padi menghendaki tanah lumpur yang subur dengan ketebalan 18-22 cm
dan pH tanah 4 - 7 Padi dapat tumbuh pada ketinggian 0-1500 mdpl dengan
temperatur 19 - 270 C, memerlukan penyinaran matahari penuh tanpa naungan.
Angin berpengaruh pada penyerbukan dan pembuahan. Padi menghendaki tanah lumpur
yang subur dengan ketebalan 18-22 cm dan pH tanah 4 – 7 (Anonim, 2007).
Klasifikasi Tanaman Padi (Anonim,
2013) :
Divisio : Spermatophyta
Sub divisio : Angiospermae
Kelas : Monocotyledoneae,
Ordo : Poales,
Famili : Graminae
Genus : Oryza Linn
Species : Oryza sativa L.
Sub divisio : Angiospermae
Kelas : Monocotyledoneae,
Ordo : Poales,
Famili : Graminae
Genus : Oryza Linn
Species : Oryza sativa L.
Jagung (Zea maize)
adalah komoditas pangan kedua setelah padi. Komoditas ini mempunyai wilayah
adaptasi yang cukup luas mulai lahan subur hingga lahan marginal. Dapat
dikembangkan mulai agroekosistem lahan kering, lahan sawah tadah hujan hingga
lahan sawah irigasi. Secara nasional pengembangan jagung pada lahan kering
menempati urutan terluas. Namun akhir-akhir ini pengembangan jagung pada lahan
sawah tadah hujan mendekati luasan pengembangan jagung pada lahan kering (Anonim,
2013).
Produksi palawija khususnya
jagung,menunjukkan peningkatan peningkatan dari tahun ke tahun. Pertambahan
jumlah penduduk dan program perbaikan gizi masyarakat melalui deversifikasi
pola makanan, mendorong permintaan jagung. Selain komoditi jagung sebagai bahan
baku industri dalam negeri semakin meningkat dengan banyaknya industri makanan
ternak, industri minyak jagung dan produk ethanol, dimana varietas jagung
hibrida mempunyai kelebihan dari jagung komposit yaitu produksinya 25-30% lebih
tinggi, tahan rebah,penyakit dan kekeringan serta berumur pendek. Selain itu
tanaman jagung banyak sekali gunanya,sebab hampir seluruh bagian tanaman dapat
dimanfaatkan untuk berbagai macam keperluan antara lain batang dan daun muda
untuk pakan ternak, batang dan daun tua setelah panen untuk pupuk hijau dan
kompos, batang dan daun kering untuk kayu bakar, batang jagung untuk
lanjar(turus), batang jagung untuk pulp (bahan kertas), buah jagung muda untuk
sayuran,bergedel, bakwan,sambal goreng, biji jagung tua sebagai pengganti
nasi,marning, brondong, roti jagung, tepung, bihun,bahan campuran kopi bubuk,
biskuit,pakan ternak, bahan baku industri bir, industri farmasi, dextrin,
perekat, industri tekstil (Anonim, 2013).
Syarat tumbuh dari tanaman jagung
adalah sebagai berikut (Anonim, 2013) :
·
Susunan atau sifat tanah
Sebenarnya
semua jenis tanah dapat ditumbuhi jagung,
namun sifat tanah yang paling dikehendaki oleh tanaman jagung adalah yang drainasenya lancar, subur dengan humus
dan pupuk yang mencukupi persediaan untuk tumbuh.
·
Iklim
Iklim atau cuaca rata-rata suatu daerah turut berperan serta dalam menentukan pertumbuhan dan produksi suatu tanaman. Iklim yang tidak mendukung, misalnya banyak hujan badai dan angin rebut bahkan banjir, akan berpengaruh pada pertumbuhan, termasuk pada tanaman jagung. Walaupun tanaman jagung sangat cocok pada daerah yang beriklim sejuk dan dingin, namun jika terlalu banyak hujan juga akan mengurangi kualitas jagung. Tanaman jagung dapat berproduksi dengan baik dan berkualitas pada daerah yang beriklim sejuk yaitu 50 derajat LU sampai 40 derajat LS dengan ketinggian sampai 3000 meter dari permukaan laut. Namun, untuk jenis-jenis jagung tertentu, dapat juga pada tempat yang berbeda dari kondisi tersebut dan dapat berproduksi dengan baik.
Iklim atau cuaca rata-rata suatu daerah turut berperan serta dalam menentukan pertumbuhan dan produksi suatu tanaman. Iklim yang tidak mendukung, misalnya banyak hujan badai dan angin rebut bahkan banjir, akan berpengaruh pada pertumbuhan, termasuk pada tanaman jagung. Walaupun tanaman jagung sangat cocok pada daerah yang beriklim sejuk dan dingin, namun jika terlalu banyak hujan juga akan mengurangi kualitas jagung. Tanaman jagung dapat berproduksi dengan baik dan berkualitas pada daerah yang beriklim sejuk yaitu 50 derajat LU sampai 40 derajat LS dengan ketinggian sampai 3000 meter dari permukaan laut. Namun, untuk jenis-jenis jagung tertentu, dapat juga pada tempat yang berbeda dari kondisi tersebut dan dapat berproduksi dengan baik.
·
Derajat keasaman tanah (Ph)
Derajat
keasaman tanah dipengaruhi oleh banyaknya kandungan unsure kimia dalam tanah
serta kadar air dalam tanah tersebut. Daerah yang cenderung basah dan banyak
humus akan menyebabkan tanahnya cenderung bersifat asam. Sebaliknya tanah yang
kering berkapur dengan kadar air yang sedikit akan lebih bersifat basa. Untuk tanaman jagung sebenarnya
toleransi atau kemampuan untuk beradaptasi pada lingkungan cukup baik, yaitu
dengan kemampuan hidup maksimal pada derajat keasaman antara 5,5 sampai 7.
Derajat keasaman ada skala 14 skala, untuk skala 1 sampai 7 bersifat asam,
sedangkan antara 8 sampai 14 bersifat basa.
·
Kadar air
Jumlah
air yang ada dalam tanah akan menentukan kadar air tanah. Tanaman jagung memerlukan air terutama
untuk pertumbuhan dan perkembangbiakkan. Jadi penanaman jagung pun banyak
diawali pada saat musim hujan mulai tiba. Selain menghemat tenaga untuk
menyiram juga menambah sejuk/menambah kelembaban udara. Sehingga tanaman tidak
kekurangan air, karena dapat mengganggu proses fotosintesis atau penyusunan
makanan yang dilakukan untuk beraktifitas dan berproduksi dari tanaman jagung
tersebut
·
Intensitas cahaya
matahari
Intensitas
cahaya adalah jumlah pancaran cahaya matahari yang intesif dan dapat
dimanfaatkan oleh makhluk hidup. Untuk tanaman
jagung, intensitas cahaya yang banyak dan cukup sangat dibutuhkan selain
untuk berfotosintesis, juga untuk berproduksi, karena tanpa intensitas cahaya
yang cukup, bunga tidak dapat berhasil menjadi buah.
·
Suhu lingkungan
Suhu
lingkungan adalah tingkat derajat panas suatu benda yang ada dalam lingkungan.
Lingkungan tempat hidup jagung sangat perlu untuk diperhatikan, karena suhu
yang tinggi dan kering akan mengganggu kelangsungan proses penyusunan makanan
atau fotosintesis pada tanaman jagung.
Suhu yang baik untuk pertumbuhan tanaman
jagung adalah antara 21 sampai 30 derajat celcius. Sedangkan untuk
proses perkecambahan jagung, yang paling tepat adalh antara suhu 21 sampai 27
derajat celcius. Jadi, sedikit lebih membutuhkan suhu yang lebih sejuk untuk
pertumbuhan kecambahnya. Pada umumnya tanaman njagung ditanam pada lahan yang
kering dengan cara multikultur, artinya ditanam bersama dengan beberapa jenis
tanaman yang lain. Namun, penanaman jagung pada lahan kering ini tidaklah
mutlak, sebab ternyata tanaman jagung
juga dapat tumbuh pada lahan basah yang terdapat pengairan serta sawah tadah
hujan, secara monokultur yaitu menanami lahan hanya dengan satu jenis tanaman.
Klasifikasi
Tanaman Jagung (Anonim, 2013) :
Kingdom : Plantae (Tumbuhan)
Subkingdom : Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
Super Divisi : Spermatophyta (Menghasilkan biji)
Divisi : Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Kelas : Liliopsida (berkeping satu / monokotil)
Sub Kelas : Commelinidae
Ordo : Poales
Famili : Poaceae (suku rumput-rumputan)
Genus : Zea
Spesies : Zea mays L.
Subkingdom : Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
Super Divisi : Spermatophyta (Menghasilkan biji)
Divisi : Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Kelas : Liliopsida (berkeping satu / monokotil)
Sub Kelas : Commelinidae
Ordo : Poales
Famili : Poaceae (suku rumput-rumputan)
Genus : Zea
Spesies : Zea mays L.
Kol atau kubis merupakan tanaman sayur
famili Brassicaceae berupa tumbuhan berbatang lunak yang dikenal sejak jaman
purbakala (2500-2000 SM) dan merupakan tanaman yang dipuja dan dimuliakan
masyarakat Yunani Kuno. Mulanya kol merupakan tanaman pengganggu (gulma) yang
tumbuh liar disepanjang pantai laut Tengah, di karang-karang pantai Inggris,
Denmark dan pantai Barat Prancis sebelah Utara. Kol mulai ditanam di
kebun-kebun Eropa kira-kira abad ke 9 dan dibawa ke Amerika oleh emigran Eropa
serta ke Indonesia abad ke 16 atau 17. Pada awalnya kol ditanam untuk diambil
bijinya. Kubis, kol, kobis, atau kobis bulat adalah nama yang diberikan untuk
tumbuhan sayuran daun yang populer. Tumbuhan dengan nama ilmiah Brassica
oleracea L. Kelompok Capitata ini dimanfaatkan daunnya untuk dimakan. Daun ini
tersusun sangat rapat membentuk bulatan atau bulatan pipih, yang disebut krop,
kop atau kepala (capitata berarti "berkepala"). Kubis berasal dari Eropa
Selatan dan Eropa Barat dan, walaupun tidak ada bukti tertulis atau peninggalan
arkeologi yang kuat, dianggap sebagai hasil pemuliaan terhadap kubis liar B.
oleracea var. sylvestris. Nama "kubis" diambil dari bahasa Perancis,
chou cabus (harafiah berarti "kubis kepala"), yang diperkenalkan oleh
sebagian orang Eropa yang tinggal (Anonim, 2013).
Pertumbuhan awal ditandai dengan pembentukan daun secara
normal. Namun semakin dewasa daun-daunnya mulai melengkung ke atas hingga
akhirnya tumbuh sangat rapat. Pada kondisi ini petani biasanya menutup krop
dengan daun-daun di bawahnya supaya warna krop makin pucat. Apabila ukuran krop
telah mencukupi maka siap kubis siap dipanen. Dalam budidaya, kubis adalah
komoditi semusim. Secara biologi, tumbuhan ini adalah dwimusim (biennial) dan
memerlukan vernalisasi untuk pembungaan. Apabila tidak mendapat suhu dingin,
tumbuhan ini akan terus tumbuh tanpa berbunga. Setelah berbunga, tumbuhan mati
(Anonim, 2013).
Kubis
segar mengandung banyak vitamin (A, beberapa B, C, dan E). Kandungan Vitamin C
cukup tinggi untuk mencegah skorbut (sariawan akut). vitamin A 200 IU, B 20 IU
dan C 120 IU mgr. Vitamin-vitamin ini sangat berperan dalam memenuhi kebutuhan
manusia. Mineral yang banyak dikandung adalah kalium, kalsium, fosfor, natrium,
dan besi (Anonim, 2013).
Syarat tumbuh dari tanaman kubis adalah tumbuh baik
pada lahan pertanian yang gembur, mudah menahan air dan tanah tersebut
banyak mengandung humus dan tanaman kubis menghendaki iklim dengan suhu relatif
rendah, kelembaban tinggi dan tumbuh baik pada ketinggian 1000 - 2000 dpl (Anonim,
2013).
Klasifikasi
tanaman kol/kubis (Anonim, 2013) :
Kerajaan : Plantae
Divisi :
Magnoliophyta
Kelas :
Magnoliopsida
Ordo :
Brassicales
Famili : Brassicaceae
Genus :
Brassica
Spesies :
B. oleraceae
Nama
Binomial : Brassica oleraceae
Caisin
(Brassika sinensis L.) atau sawi merupakan jenis sayuran daun yang digemari
oleh konsumen karena memiliki kandungan pro-vitamin A dan asam askorbat yang
tinggi. Ada dua jenis caisin/sawi yaitu sawi putih dan sawi hijau.
Keduanya dapat tumbuh di dataran rendah sampai dataran tinggi (Anonim, 2013.)
Persyaratan
tumbuh bagi jenis komoditi ini tidak terlalu sulit. Caisin dapat tumbuh dan
beradaptasi baik hampir disemua jenis tanah baik pada tanah-tanah mineral yang
bertekstur ringan sampai liat berat maupun tanah organic seperti tanah gambut.
pH tanah yang optimal untuk budidaya caisin berkisar antara 6-6,5 dan
temperature yang optimum bagi pertumuhan caisin 15-20⁰ C. Caisin kebanyakan ditanam di
lahan pekarangan karena mudah dalam pemeliharaannya. Bila lahan pekarangan
luas, model budidaya di bedengan, di pot dan atau di polybag. Bila lahan
pekarangan sempit, model budidaya di pot dan atau di polybag dan
divertikultur (rak bertingkat) (Anonim, 2013).
Klasifikasi
Tanaman Sawi (Anonim, 2013)
Kerajaan : Plantae
Divisi :
Magnoliophyta
Kelas :
Magnoliopsida
Ordo :
Brassicales
Famili : Brassicaceae
Genus : Brassica
Spesies : B.rapa
Nama Binomial : Brassica rapa
Wortel adalah sayuran yang sudah sangat
dikenal masyarakat Indonesia dan populer sebagai sumber vit. A karena memiliki kadar
karotena (provitamin A). Selain itu, wortel juga mengandung vit. B, vit. C,
sedikit vit. G, serta zat-zat lain yang bermanfaat bagi kesehatan manusia.
Sosok tanamannya berupa rumput dan menyimpan cadangan makanannya di dalam umbi.
Mempunyai batang pendek, berakar tunggang yang bentuk dan fungsinya berubah
menjadi umbi bulat dan memanjang. Umbi berwarna kuning kemerah-merahan,
berkulit tipis, dan jika dimakan mentah terasa renyah dan agak manis (Anonim,
2011).
Syarat tumbuh tanaman wortel yang
memerlukan suhu dingin (22-24° C), lembab, dan cukup sinar matahari. Di
Indonesia kondisi seperti itu biasanya terdapat di daerah berketinggian antara
1.200-1.500 m dpl. Sekarang wortel sudah dapat ditanam di daerah berketinggian
600 m dpl. Dianjurkan untuk menanam wortel pada tanah yang subur, gembur dan
kaya humus dengan pH antara 5,5-6,5. Tanah yang kurang subur masih dapat
ditanami wortel asalkan dilakukan pemupukan intensif. Kebanyakan tanah dataran
tinggi di Indonesia mempunyai pH rendah. Bila demikian, tanah perlu dikapur,
karena tanah yang asam menghambat perkembangan umbi (Anonim, 2011).
Klasifikasi Tanaman Wortel (Anonim,
2011).
Devisio :
Spermatophyta
Sub
devisio : Angiospermae
Kelas : Dicotyledon
Ordo : Umbelliferales
Family : Umbelliferae
Genus : Daucus
Species : Daucus carota L
Irigasi
Irigasi
disini dimaksudkan sebagai saluran air untuk mengatur dan memenuhi kebutuhan
air bagi tumbuhan atau tanaman yang ada di kebun tersebut, agar kondisi tanaman
bisa stabil.
Pisang adalah nama umum yang diberikan pada tumbuhan terna raksasa berdaun
besar memanjang dari suku Musaceae. Beberapa jenisnya (Musa acuminata, M.
balbisiana, dan M. paradisiaca) menghasilkan buah konsumsi yang dinamakan sama.
Buah ini tersusun dalam tandan dengan kelompok-kelompok tersusun menjari, yang
disebut sisir. Hampir semua buah pisang memiliki kulit berwarna kuning ketika
matang, meskipun ada beberapa yang berwarna jingga, merah, hijau, ungu, atau
bahkan hampir hitam. Buah pisang sebagai bahan pangan merupakan sumber energi
(karbohidrat) dan mineral, terutama kalium.
Perlu disadari, istilah "pisang" juga dipakai untuk sejumlah jenis yang tidak menghasilkan buah konsumsi, seperti pisang abaka, pisang hias, dan pisang kipas. Artikel ini hanya membahas pisang penghasil buah konsumsi serta kerabatnya yang berkaitan. Di Indonesia, pisang menduduki tempat pertama diantara jenis buah-buahan lainnya, baik dari sisi sebaran, luas pertanaman, maupun dari sisi produksinya. Namun demikian, secara umum produktivitas pisang yang dikembangkan masyarakat masih sangat rendah, yaitu hanya sekitar 10-15 ton/ha. Padahal, potensi produktivitasnya bisa mencapai 35-40 ton/ha. Kesenjangan produktivitas tersebut terutama disebabkan karena teknik budidaya yang tidak tepat dan tingginya gangguan hama dan penyakit, terutama oleh serangan dua penyakit paling berbahaya dan mematikan, yaitu layu bakteri atau penyakit darah dan penyakit layu fusarium (Anonim, 2007).
Perlu disadari, istilah "pisang" juga dipakai untuk sejumlah jenis yang tidak menghasilkan buah konsumsi, seperti pisang abaka, pisang hias, dan pisang kipas. Artikel ini hanya membahas pisang penghasil buah konsumsi serta kerabatnya yang berkaitan. Di Indonesia, pisang menduduki tempat pertama diantara jenis buah-buahan lainnya, baik dari sisi sebaran, luas pertanaman, maupun dari sisi produksinya. Namun demikian, secara umum produktivitas pisang yang dikembangkan masyarakat masih sangat rendah, yaitu hanya sekitar 10-15 ton/ha. Padahal, potensi produktivitasnya bisa mencapai 35-40 ton/ha. Kesenjangan produktivitas tersebut terutama disebabkan karena teknik budidaya yang tidak tepat dan tingginya gangguan hama dan penyakit, terutama oleh serangan dua penyakit paling berbahaya dan mematikan, yaitu layu bakteri atau penyakit darah dan penyakit layu fusarium (Anonim, 2007).
Selain sebagai komoditi penunjang ketahanan
pangan, pisang di Indonesia juga berpotensi sebagai komoditi agribisnis.
Potensi ini tergambar pada paling tingginya total areal penanaman dan produksi
pisang dibandingkan dengan buah lainnya di Indonesia, dan pisang menyumbang 50%
total produksi buah nasional (Anonymous, 2002). Pada tahun 2001, areal
penanaman pisang adalah 76.500 ha dengan total produksi sebesar 4.300.000 ton
Peluang pengembangan agribisnis komoditas pisang masih terbuka luas. Untuk keberhasilan usahatani pisang, selain penerapan teknologi, penggunaan varietas unggul dan perbaikan varietas harus dilaksanakan. Varietas unggul yang dimaksud adalah varietas yang toleran atau tahan terhadap hama dan penyakit penting pisang, mampu berproduksi tinggi, serta mempunyai kualitas buah yang bagus dan disukai masyarakat luas(Anonim, 2007).
Peluang pengembangan agribisnis komoditas pisang masih terbuka luas. Untuk keberhasilan usahatani pisang, selain penerapan teknologi, penggunaan varietas unggul dan perbaikan varietas harus dilaksanakan. Varietas unggul yang dimaksud adalah varietas yang toleran atau tahan terhadap hama dan penyakit penting pisang, mampu berproduksi tinggi, serta mempunyai kualitas buah yang bagus dan disukai masyarakat luas(Anonim, 2007).
Syarat Tumbuh Tanaman Pisang adalah sebagai
berikut (Anonim, 2013) :
·
Iklim
Iklim
tropis basah, lembab & panas mendukung pertumbuhan pisang. Namun demikian
pisang masih dapat tumbuh di daerah subtropis. Pada kondisi tanpa air, pisang
masih tetap tumbuh karena air disuplai dari batangnya yg berair tetapi
produksinya tidak dapat diharapkan. Angin dengan kecepatan tinggi seperti angin
kumbang dapat merusak daun & mempengaruhi pertumbuhan tanaman. Curah hujan
optimal adalah 1.520–3.800 mm/tahun dengan 2 bulan kering. Variasi curah hujan
harus diimbangi dengan ketinggian air tanah agar tanah tidak tergenang.
·
Media Tanam Untuk Pisang
Pisang
dapat tumbuh di tanah yg kaya humus, mengandung kapur atau tanah berat. Tanaman
ini rakus makanan sehingga sebaiknya pisang ditanam di tanah berhumus dengan
pemupukan. Air harus selalu tersedia tetapi tidak boleh menggenang karena
pertanaman pisang harus diari dengan intensif. Ketinggian air tanah di daerah
basah adalah 50 - 200 cm, di daerah setengah basah 100 - 200 cm & di daerah
kering 50 - 150 cm. Tanah yg telah mengalami erosi tidak akan menghasilkan
panen pisang yg baik. Tanah harus mudah meresapkan air. Pisang tidak hidup pada
tanah yg mengandung garam 0,07%.
·
Ketinggian Tempat
Tanaman ini toleran akan ketinggian & kekeringan. Di
Indonesia umumnya dapat tumbuh di dataran rendah sampai pegunungan setinggi
2.000 m dpl. Pisang ambon, nangka & tanduk tumbuh baik sampai ketinggian
1.000 m dpl.
Klasifikasi Tanaman Pisang (Anonim, 2013) :
Kerajaan : Plantae
Divisi : Magnoliophyta
Kelas : Liliopsida
Ordo : Musales
Famili : Musaceae
Genus : Musa
KESIMPULAN
Dari
pembahasan yang diatas dapat disimpulkan bahwa vegetasi yang digunakan dalam garden
layout ini mayoritas vegetasinya adalah vegetasi dataran tinggi yang dimana
pengertian vegetasi dataran sendiri adalah vegetasi yang tumbuh di ketinggian
antara 700 – 1500 m diatas permukaan laut. Tanaman yang tumbuh pada
daerah tersebut sifatnya sangat khusus karena harus bertahan untuk hidup pada
kondisi sulit tersebut. Dan terdapat tujuh
buah-buahan beserta sayuran yaitu strawberry, padi, jagung, kol, sawi, wortel,
dan pisang. Irigasi disini dimaksudkan untuk mengatur dan memenuhi kebutuhan
air bagi tumbuhan atau tanaman yang ada di kebun tersebut, agar kondisi tanaman
dapat tumbuh dengan stabil.
DAFTAR PUSTAKA
Anonim, 2011. Stroberi fragaria. http://novi-biologi.blogspot.com/2011/08/stroberi-fragaria-x-ananassa.html
(di download terakhir 6 oktober 2013)
Anonim, 2012.Budidaya
tanaman strawberry. http://sharetabulampot.blogspot.com/2012/10/budidaya-tanaman-strawberry.html (di download terakhir 6 Oktober 2013)
Anonim,
2013. Budidaya Jagung dan panduan legkap cara menanamnya. http://bestbudidayatanaman.blogspot.com/2013/01/Budidaya-Jagung-dan-Panduan-Lengkap-Cara-Menanamnya.html. (di
download terakhir 6 Oktober 2013)
Anonim,
2013. Budidaya Kubis. http://www.htysite.com/2013/20/budi%20daya%20kobis%20atau%20kol.html. (di download terakhir 6 Oktober 2013)
Anonim, 2013. Teknologi budidaya
sawi. http://maluku.litbang.deptan.go.id/ind/index.php?option=com_content&view=article&id=289:teknologi-budidaya-sawi&catid=15:benih.
(di download terakhir 6 Oktober 2013)
Anonim,
2011. Cara budidaya wortel. http://tipspetani.blogspot.com/2011/01/cara-budidaya-wortel.html. (di download terakhir 6 Oktober 2013)
Anonim,
2007. Budidaya pisang. http://teknis-budidaya.blogspot.com/2007/10/budidaya-pisang.html. (di
download terakhir 6 Oktober 2013)










Tidak ada komentar:
Posting Komentar