BAB I
PENDAHULUAN
Kualitas lahan adalah sifat-sifat
pengenal atau attribute yang bersifat
kompleks dari sebidang lahan. Setiap kualitas lahan mempunyai keragaan (performance) yang berpengaruh terhadap
kesesuaiannya bagi penggunaan tertentu dan biasanya terdiri atas satu atau
lebih karakteristik lahan (land
characteristics). Kualitas lahan ada yang bisa diestimasi atau diukur
secara langsung di lapangan, tetapi pada umumnya ditetapkan berdasarkan
karakteristik lahan (FAO, 1976).
Aplikasi Penentuan
Kesesuaian Lahan Berdasarkan Faktor Penghambat Terbesar ini merupakan aplikasi
untuk menentukan kesesuaian lahan terhadap penggunaan untuk penanaman tanaman
tertentu. Kesesuaian lahan pada aplikasi ini dilakukan dengan cara
membandingkan karakteristik & kualitas lahan dengan persyaratan pengunaan
lahan untuk suatu tanaman tertentu. Nilai kesesuaian lahan ditentukan oleh
adanya faktor penghambat dan tingkat dari faktor penghambat tersebut. Semakin
besar tingkatan faktor penghambat yang ada, membuat kesesuaian lahan semakin
berkurang (Nina, sevani. 2013).
Kesesuaian lahan (land suitability) adalah potensi
lahan yang didasarkan atas kesesuaian lahan untuk penggunaan pertanian secara
lebih khusus, seperti padi, tanaman palawija, tanaman perkebunan. Kesesuaian
lahan juga diartikan sebagai tingkat kecocokan suatu bidang lahan untuk
penggunaan tertentu (Nina, sevani.
2013).
Aplikasi ini mempunyai dua fitur utama, yaitu :
Aplikasi Penentuan Kesesuaian Lahan & Aplikasi Penentuan Karakteristik
Lahan. Aplikasi Penentuan Kesesuaian Lahan merupakan aplikasi yang dapat
digunakan untuk menentukan kesesuaian lahan pengguna berdasarkan data yang
diberikan oleh pengguna itu sendiri. Aplikasi Penentuan Karakteristik Lahan
merupakan aplikasi yang digunakan untuk menampilkan persyaratan penggunaan
lahan untuk suatu tanaman tertentu dan menentukan lokasi yang sesuai untuk
tanaman tersebut (Nina, sevani. 2013).
Aplikasi ini dibuat untuk dapat membantu perencana
& pelaksana pertanian dalam menentukan kesesuaian lahan mereka dengan jenis
tanaman yang akan mereka tanam sebelum proses penanaman & pengolahan
dilakukan. Dengan diketahuinya kesesuaian lahan terhadap jenis tanaman sebelum
dimulainya proses penanaman, maka diharapkan dapat meminimalisasikan kesalahan
atau ketidak sesuaian antara jenis tanaman dengan karakteristik dan kualitas
lahan (Nina, sevani. 2013).
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
Kesesuaian lahan adalah tingkat kecocokan suatu bidang
lahan untuk suatu penggunaan tertentu. Struktur klasifikasi kesesuaian lahan
menurut kerangka kerja FAO 1976 dalam Rayes (2007) adalah terdiri dari 4
kategori sebagai berikut : (1) Ordo (Order): menunjukkan
keadaan kesesuaian
secara umum).
(2) Klas
(Class) : menunjukkan tingkat kesesuaian dalam ordo.
(3) Sub-Klas : menunjukkan keadaan tingkatan dalam kelas yang didasarkan pada jenis pembatas atau macam perbaikan yang diperlukan dalam kelas. (4) Satuan (Unit): menunjukkan tingkatan dalam sub-kelas didasarkan pada perbedaan-perbedaan kecil yang berpengaruh dalam pengelolaannya.
(3) Sub-Klas : menunjukkan keadaan tingkatan dalam kelas yang didasarkan pada jenis pembatas atau macam perbaikan yang diperlukan dalam kelas. (4) Satuan (Unit): menunjukkan tingkatan dalam sub-kelas didasarkan pada perbedaan-perbedaan kecil yang berpengaruh dalam pengelolaannya.
Kelas
kesesuaian lahan merupakan pembagian lebih lanjut dari Ordo dan menggambarkan
tingkat kesesuaian dari suatu Ordo.
Tingkat
dalam kelas ditunjukkan oleh angka (nomor urut) yang ditulis dibelakang simbol
Ordo. Nomor urut tersebut menunjukkan tingkatan kelas yang makin menurun dalam suatu ordo.
Jumlah kelas yang
dianjurkan adalah sebanyak 3 (tiga) kelas dalam Ordo S, yaitu: S1, S2, S3 dan 2
(dua) kelas dalam Ordo N, yaitu: N1 dan N2. Penjelasan secara kualitatif dari
definisi dalam pembagian kelas disajikan dalam uraian berikut: Kelas S1 : Kelas
S1 atau Sangat Sesuai (Highly Suitable) merupakan lahan yang tidak mempunyai
pembatas yang berat untuk penggunaan secara lestari atau hanya mempunyai
pembatas tidak berarti dan tidak berpengaruh nyata terhadap produksi serta
tidak menyebabkan kenaikan
masukan yang diberikan pada umumnya.
Kelas
S2 : Kelas S2 atau Cukup Sesuai (Moderately Suitable)
merupakan lahan yang mempunyai pembatas agak berat untuk mempertahankan tingkat
pengelolaan yang harus dilakukan. Pembatas akan mengurangi produktivitas dan
keuntungan, serta meningkatkan masukan yang diperlukan. Kelas S3:
Kelas
S3 atau Sesuai Marginal (Marginal Suitable) merupakan lahan yang mempunyai
pembatas yang sangat berat untuk mempertahankan tingkat pengelolaan yang harus
dilakukan. Pembatas
akan mengurangi produktivitas dan keuntungan.
Perlu
ditingkatkan masukan yang
diperlukan. Kelas
N1:
Kelas N1 atau Tidak Sesuai Saat Ini (Currently Not Suitable) merupakan lahan yang mempunyai pembatas yang lebih berat, tapi masih mungkin untuk diatasi, hanya tidak dapat diperbaiki dengan tingkat pengetahuan sekarang ini dengan biaya yang rasional. Faktor-faktor pembatasnya begitu berat sehingga menghalangi keberhasilan penggunaan lahan yang lestari dalam jangka panjang.
Kelas N1 atau Tidak Sesuai Saat Ini (Currently Not Suitable) merupakan lahan yang mempunyai pembatas yang lebih berat, tapi masih mungkin untuk diatasi, hanya tidak dapat diperbaiki dengan tingkat pengetahuan sekarang ini dengan biaya yang rasional. Faktor-faktor pembatasnya begitu berat sehingga menghalangi keberhasilan penggunaan lahan yang lestari dalam jangka panjang.
Kelas N2 : Kelas
N2 atau Tidak Sesuai Selamanya (Permanently Not Suitable) merupakan lahan yang
mempunyai pembatas yang sangat berat, sehingga tidak mungkin digunakan bagi suatu penggunaan yang lestari.
Berdasarkan kerangka
kerja evaluasi lahan FAO (1976) dikenal empat macam kalsifikasi kesesuaian lahan yaitu :
(1) Kesesuaian lahan yang bersifat kualitatif.
(1) Kesesuaian lahan yang bersifat kualitatif.
(2) Kesesuaian lahan yang bersifat kuantitatif.
(3) Kesesuaian lahan aktual.
(4) Kesesuaian lahan potensial.
BAB III
KESIMPULAN
Dari
pembahasan diatas dapat disimpulkan bahwa Kesesuaian lahan adalah tingkat kecocokan suatu bidang
lahan untuk suatu penggunaan tertentu dan terdiri dari 4 kategori yaitu ordo,
klas, sub-klas, dan satuan unit. Dan Aplikasi Penentuan Kesesuaian
Lahan Berdasarkan Faktor Penghambat Terbesar ini merupakan aplikasi untuk
menentukan kesesuaian lahan terhadap penggunaan untuk penanaman tanaman
tertentu.
BAB IV
DAFTAR PUSTAKA
Nina, Sevani. 2013. Online. http://sppkl-ninasevani.comoj.com/index.php?go=about
Rayes, M. L. 2007. Metode Inventarisasi Sumber Daya
Lahan. Penerbit Andi Yogyakarta. Yogyakarta. Online.
http://sumberdayalahan.blogspot.com.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar