Sabtu, 14 Desember 2013

Makalah Kesesuaian Lahan



BAB I
PENDAHULUAN

Kualitas lahan adalah sifat-sifat pengenal atau attribute yang bersifat kompleks dari sebidang lahan. Setiap kualitas lahan mempunyai keragaan (performance) yang berpengaruh terhadap kesesuaiannya bagi penggunaan tertentu dan biasanya terdiri atas satu atau lebih karakteristik lahan (land characteristics). Kualitas lahan ada yang bisa diestimasi atau diukur secara langsung di lapangan, tetapi pada umumnya ditetapkan berdasarkan karakteristik lahan (FAO, 1976).
Aplikasi Penentuan Kesesuaian Lahan Berdasarkan Faktor Penghambat Terbesar ini merupakan aplikasi untuk menentukan kesesuaian lahan terhadap penggunaan untuk penanaman tanaman tertentu. Kesesuaian lahan pada aplikasi ini dilakukan dengan cara membandingkan karakteristik & kualitas lahan dengan persyaratan pengunaan lahan untuk suatu tanaman tertentu. Nilai kesesuaian lahan ditentukan oleh adanya faktor penghambat dan tingkat dari faktor penghambat tersebut. Semakin besar tingkatan faktor penghambat yang ada, membuat kesesuaian lahan semakin berkurang (Nina, sevani. 2013).
Kesesuaian lahan (land suitability) adalah potensi lahan yang didasarkan atas kesesuaian lahan untuk penggunaan pertanian secara lebih khusus, seperti padi, tanaman palawija, tanaman perkebunan. Kesesuaian lahan juga diartikan sebagai tingkat kecocokan suatu bidang lahan untuk penggunaan tertentu  (Nina, sevani. 2013).
Aplikasi ini mempunyai dua fitur utama, yaitu : Aplikasi Penentuan Kesesuaian Lahan & Aplikasi Penentuan Karakteristik Lahan. Aplikasi Penentuan Kesesuaian Lahan merupakan aplikasi yang dapat digunakan untuk menentukan kesesuaian lahan pengguna berdasarkan data yang diberikan oleh pengguna itu sendiri. Aplikasi Penentuan Karakteristik Lahan merupakan aplikasi yang digunakan untuk menampilkan persyaratan penggunaan lahan untuk suatu tanaman tertentu dan menentukan lokasi yang sesuai untuk tanaman tersebut (Nina, sevani. 2013).
Aplikasi ini dibuat untuk dapat membantu perencana & pelaksana pertanian dalam menentukan kesesuaian lahan mereka dengan jenis tanaman yang akan mereka tanam sebelum proses penanaman & pengolahan dilakukan. Dengan diketahuinya kesesuaian lahan terhadap jenis tanaman sebelum dimulainya proses penanaman, maka diharapkan dapat meminimalisasikan kesalahan atau ketidak sesuaian antara jenis tanaman dengan karakteristik dan kualitas lahan (Nina, sevani. 2013).





























BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

Kesesuaian lahan adalah tingkat kecocokan suatu bidang lahan untuk suatu penggunaan tertentu. Struktur klasifikasi kesesuaian lahan menurut kerangka kerja FAO 1976 dalam Rayes (2007) adalah terdiri dari 4 kategori sebagai berikut : (1) Ordo (Order): menunjukkan keadaan kesesuaian secara umum). (2) Klas (Class) : menunjukkan tingkat kesesuaian dalam ordo.
(3) Sub-Klas : menunjukkan keadaan tingkatan dalam kelas yang didasarkan pada jenis pembatas
atau macam perbaikan yang diperlukan dalam kelas. (4) Satuan (Unit): menunjukkan tingkatan dalam sub-kelas didasarkan pada perbedaan-perbedaan kecil yang berpengaruh dalam pengelolaannya.
Kelas kesesuaian lahan merupakan pembagian lebih lanjut dari Ordo dan menggambarkan tingkat kesesuaian dari suatu Ordo. Tingkat dalam kelas ditunjukkan oleh angka (nomor urut) yang ditulis dibelakang simbol Ordo. Nomor urut tersebut menunjukkan tingkatan kelas yang makin menurun dalam suatu ordo.  Jumlah kelas yang dianjurkan adalah sebanyak 3 (tiga) kelas dalam Ordo S, yaitu: S1, S2, S3 dan 2 (dua) kelas dalam Ordo N, yaitu: N1 dan N2. Penjelasan secara kualitatif dari definisi dalam pembagian kelas disajikan dalam uraian berikut: Kelas S1 : Kelas S1 atau Sangat Sesuai (Highly Suitable) merupakan lahan yang tidak mempunyai pembatas yang berat untuk penggunaan secara lestari atau hanya mempunyai pembatas tidak berarti dan tidak berpengaruh nyata terhadap produksi serta tidak menyebabkan kenaikan masukan yang diberikan pada umumnya.
Kelas S2 : Kelas S2 atau Cukup Sesuai (Moderately Suitable) merupakan lahan yang mempunyai pembatas agak berat untuk mempertahankan tingkat pengelolaan yang harus dilakukan. Pembatas akan mengurangi produktivitas dan keuntungan, serta meningkatkan masukan yang diperlukan. Kelas S3: Kelas S3 atau Sesuai Marginal (Marginal Suitable) merupakan lahan yang mempunyai pembatas yang sangat berat untuk mempertahankan tingkat pengelolaan yang harus dilakukan. Pembatas akan mengurangi produktivitas dan keuntungan.
Perlu ditingkatkan masukan yang diperlukan. Kelas N1:
Kelas N1 atau Tidak Sesuai Saat Ini (Currently Not Suitable) merupakan lahan yang mempunyai pembatas yang lebih berat, tapi masih mungkin untuk diatasi, hanya tidak dapat diperbaiki dengan tingkat pengetahuan sekarang ini dengan biaya yang rasional. Faktor-faktor pembatasnya begitu berat sehingga menghalangi keberhasilan penggunaan lahan yang lestari dalam jangka panjang.
 Kelas N2 : Kelas N2 atau Tidak Sesuai Selamanya (Permanently Not Suitable) merupakan lahan yang mempunyai pembatas yang sangat berat, sehingga tidak mungkin digunakan bagi suatu penggunaan yang lestari.  Berdasarkan kerangka kerja evaluasi lahan FAO (1976) dikenal empat macam kalsifikasi kesesuaian lahan yaitu :
(1)
Kesesuaian lahan yang bersifat kualitatif.
(2) Kesesuaian lahan yang bersifat kuantitatif.
(3) Kesesuaian lahan aktual.
(4) Kesesuaian lahan potensial.





















BAB III
KESIMPULAN

            Dari pembahasan diatas dapat disimpulkan bahwa Kesesuaian lahan adalah tingkat kecocokan suatu bidang lahan untuk suatu penggunaan tertentu dan terdiri dari 4 kategori yaitu ordo, klas, sub-klas, dan satuan unit. Dan Aplikasi Penentuan Kesesuaian Lahan Berdasarkan Faktor Penghambat Terbesar ini merupakan aplikasi untuk menentukan kesesuaian lahan terhadap penggunaan untuk penanaman tanaman tertentu.























BAB IV
DAFTAR PUSTAKA

Rayes, M. L. 2007. Metode Inventarisasi Sumber Daya Lahan. Penerbit Andi Yogyakarta. Yogyakarta. Online. http://sumberdayalahan.blogspot.com.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar